ApakahAnda mencari gambar tentang Ceramah Tentang Ujian Rumah Tangga? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar.
KumpulanKata Motivasi Hidup Yang Penuh Semangat - Dalam hidup banyak hal menyedihkan yang kita alami seperti misalnya kehilangan orang yang disayang, mengalami musibah, terpuruk, mendapat pekerjaan yang tidak disukai, dikhianati oleh sahabat, dan lain sebagainya. Untuk itu kita membutuhkan berbagai motivasi hidup yang dapat membangkitkan
cash.
RUMAH tangga sakinah bukanlah yang terbebas dari ujian. Rumah tangga sakinah adalah yang mampu menghadapi ujian bersama seraya berpegang teguh pada syariat-Nya. Hakikat Ujian dalam Pernikahan Sepanjang perjalanan pernikahan yang tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang. “Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian,” tegas pemerhati keluarga dan konselor Jogja Family Center JFC, Cahyadi Takariawan. Oleh sebab itu, menurut Cahyadi, dalam Islam, ujian rumah tangga adalah keniscayaan dan tantangan yang harus dihadapi semua orang. “Adakalanya ujian adalah sarana peningkatan kualitas,” ujar Cahyadi. Misalnya, ketika seorang istri menemui hal yang tidak menyenangkan dari suaminya, jangan mudah untuk berpikir pisah atau cerai. Sebab, menurut Cahyadi, “Itu pertanda lemahnya kesungguhan dalam menjaga keutuhan rumah tangga.” Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya. “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,” HR Bukhari. Meski tak selalu, ujian dalam pernikahan juga hadir sebagai bentuk teguran Allah terhadap pelanggaran di masa terdahulu. “Saya sangat yakin bahwa kebahagiaan itu adanya di dalam jiwa kita. Dan hanya Allah yang bisa memberikan rasa bahagia itu. Maka semua proses sejak awal niat dan caranya harus selalu memenuhi tuntunan-Nya,” papar Cahyadi. Islam, Landasan dan Solusi dalam Rumah Tangga Islam adalah landasan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan, termasuk dalam rumah tangga. Jika kita menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi badai rumah tangga, maka di samping menuai pahala, juga menyelesaikan masalah dan menguatkan cinta suami dan istri. Berikut cara Islami menyikapi ujian rumah tangga. kepada Allah Seperti telah disinggung di atas, seyogianya ujian juga merupakan bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya. Firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah swt mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” QS Al-Baqarah 216. 2. Qana’ah dan bersabar Ujian rumah tangga kadang datang berupa keterbatasan atau bahkan keterpurukan ekonomi keluarga. Di sinilah sifat qana’ah menerima apa adanya dalam hal kebendaan atau duniawi sangat dibutuhkan. Ia adalah rahasia kebahagiaan, yang tidak menjadikan kesempitan duniawi sebagai sumber percekcokan apalagi perceraian. 3. Hindari caci maki dan kekerasan fisik Konflik juga bagian dari ujian rumah tangga. Rumah tangga tanpa konflik ibarat masakan tanpa bumbu. Tapi jika bumbu terlalu banyak, masakan jadi tidak enak. Agar konflik tak semakin memanas dan berkepanjangan, hindari caci maki dan kekerasan fisik pada pasangan. Cacian dan makian, jelas Cahyadi, akan menimbulkan luka batin yang lebih menyakitkan daripada kekerasan fisik, walau tidak mengucurkan darah. Meski begitu, kekerasan fisik juga amat tercela. Tindakan kekerasan fisik yang dilakukan dalam keadaan emosi akan sangat membahayakan keselamatan pasangan. “Tidak pantas dua orang yang berhimpun atas nama cinta, saling melukai dan mencaci. Tidak patut hal tersebut dilakukan oleh manusia yang bertakwa,” Cahyadi menegaskan. 4. Jangan menampakkan konflik Salah satu dampak negatif media sosial adalah semakin mudahnya seseorang mengumbar masalahnya di muka umum. Sedang kesal dengan suami, ditumpahkan di Twitter. Bahkan ada suami istri yang bertengkar dan saling melempar cacian di Facebook. Mereka tidak peduli pada teman di jaringan mereka yang menonton pertunjukan’ tersebut. Menurut Cahyadi, konflik dengan pasangan semestinya dikelola di ruang privat sembari mencari solusi bersama, bukan diumbar melalui jejaring sosial. Sudah semestinya seseorang mempunyai rasa malu jika aibnya diumbar. Selain itu, menampakkan konflik di muka umum, berpotensi memunculkan pihak ketiga yang berniat jahat dan ingin memperkeruh masalah. Jika permasalahan atau ujian rumah tangga datang berulang, berdamailah dengan ujian tersebut. “Karena dalam rumah tangga, setiap hari bertemu dengan orang yang sama. Wajar jika persoalan yang ditemukan sering kali berulang,” jelas Cahyadi. Terakhir, Cahyadi berpesan, “Salah satu ujian dalam rumah tangga adalah mencintai orang yang sama dalam waktu lama.” Nah, tentu kita semua ingin lulus dalam ujian tersebut bukan? [] Sumber Ummi
Ceramah Singkat Tentang Rumah Tangga – Kiat Menjaga Rahasia Suami Istri ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. Ceramah Singkat Tentang Rumah Tangga – Kiat Menjaga Rahasia Suami Istri Alhamdulillah wa Sholatu wa Sallam ala Rasullillah. Saudara-saudaraku sekalian. Suami dan istri di antara hak-haknya adalah untuk menjaga rahasia mereka berdua, jangan sampai seorang suami membocorkan rahasia istrinya dan jangan juga seorang istri membocorkan rahasia suaminya, hendaklah mereka berdua berusaha untuk menjaga rahasia masing-masing. Karena dalam islam, menjaga rahasia itu adalah termasuk amanah. Kalau kita ternyata disaat diamanahi untuk menjaga rahasia, ternyata kita bocorkan, kita sampaikan kepada orang lain, sehingga menjadi rahasia umum, maka berarti kita sudah menjadi orang yang terkena penyakit nifak yaitu kemunafikan. Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam bersabda آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ “Tanda orang munafik itu tiga, diantaranya apabila diberikan amanah dia berkhianat” [HR. Muslim no. 59] Kewajiban suami dan istri ya untuk bisa saling menjaga rahasia, terutama rahasia rumah tangga, tentu tidak mungkin kita bisa menjaganya kecuali dengan yang pertama bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bertakwa kepada Allah kita muroqobatullah, merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di manapun kita berada, saat kita sampaikan kepada seseorang tanpa ada yang tahu. Maka pada waktu itu ya akhwal islam azzaniallah wa iyyakuma, kalau kita muroqobatullah dan merasa diawasi oleh Allah dan kita bertaqwa kepada Allah dan kita takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka pada waktu itu insya Allah kita bisa menjaga rahasia. Yang kedua agar kita bisa menjaga rahasia antara suami dan istri, maka hendaklah sebelum kita berbicara, kita berpikir terlebih dahulu. Apakah yang saya sampaikan ini berhubungan dengan masalah rahasia atau bukan. Terkadang ketika kita asyik berbicara dengan teman kita, kita curhat dengan teman kita, akibatnya kita keceplosan, akhirnya kita ceritakan semuanya hanya sebatas sesuatu yang sifatnya curahan. Saudaraku sekalian. Apalagi itu kalau termasuk aib-aib suami, jelas ini termasuk ghibah yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bolehnya kita menceritakan tentang sesuatu yang sifatnya aib, kalau memang kita ingin mendapatkan seorang bagaimana kita harus menghadapi. sebagaimana seorang wanita dahulu bernama Khaulah mengadukan suaminya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, di mana Khaulah ingin mencari solusi apa yang harus dilakukan. Maka Allah turunkan firman-nya قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ “Sungguh, Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS. Al-Mujadila 1] Kemudian saudaraku sekalian. Hendaklah suami dan istri mengetahui mana perkara yang bisa kita ceritakan kepada orang lain, dan mana perkara yang kita tidak boleh menceritakannya kepada orang lain, karena itu merupakan rahasia rumah tangga kita. Hal-hal yang sensitif, hal-hal yang hubungan antara suami dan istri, demikian pula aib-aib yang dimiliki oleh pasangan kita yang kebetulan kita mengetahuinya, wajib kita sembunyikan semaksimal mungkin. Karena terkadang saudaraku, saat kita cinta, kita akan sangat mudah mengubur kesalahan-kesalahan serta kekurangannya, tapi saat kita tidak cinta, saat kita tidak suka, saat kita benci, seringkali kita malah membongkar habis, bahkan membongkar semua aib dan kekurangannya. Ketika suami benci kepada istrinya, istri benci kepada suaminya, apalagi kalau sampai terjadi perceraian diantara keduanya, maka tetap harus kita memelihara yang namanya rahasia suami-istri, walaupun sudah bercerai. Karena yang namanya rahasia, tidak boleh dibuka kapanpun juga, sampai kapanpun juga, walaupun sudah bercerai, tidak boleh kita buka. Karena itu aib hubungan pribadi seorang hamba, apalagi itu seorang muslim dan muslimah, tidak boleh dibuka aibnya sama sekali, itu diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka bertakwalah kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaklah kita takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaklah kita berusaha menjadi seorang mukmin dengan mukmin yang sempurna, jangan sampai kita terkena penyakit kemunafikan. Maka inilah semua yang saya sampaikan semoga bermanfaat wabillahi taufiq. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Video Ceramah Singkat Tentang Rumah Tangga – Kiat Menjaga Rahasia Suami Istri Jazakumullahu khairan crew radio rodja dan rodja tv. Barakallahu fiikum..
ceramah tentang ujian rumah tangga